BERITA TERBARU
Harris Turino Minta Batas Defisit APBN Tetap 3 Persen Elvy Sukaesih Meriahkan HUT ke-70 Muba, Ribuan Warga Padati Lapangan Sekayu Tegaskan Pentingnya Suara Masyarakat, Pemerintah Perbarui Komitmen Sinergi SP4N-LAPOR! KAI Kooperatif dalam Proses Hukum dan Pastikan Pendampingan bagi Masinis Terkait Insiden Bekasi Timur KAI Kooperatif dalam Investigasi Keselamatan dan Tindak Lanjuti Rekomendasi KNKT Bawa Sport Tourism Indonesia ke Panggung Dunia, BRI Dukung Penuh Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026 Melalui BAZNAS RI, MINISO Salurkan Bantuan Rp62,4 Juta untuk Warga Terdampak Gempa NTT dan Ajak Perusahaan Lain Turut Berkolaborasi Lima Kabupaten/Kota Sumut Dipulihkan, Kementerian PU Percepat Layanan Air Minum dan Sanitasi Pascabencana BAZNAS RI Perkuat Legalitas Aset Hibah Muzaki, Optimalkan Manfaat bagi Umat Kemnaker Manfaatkan AI untuk Verifikasi Mitra Penyelenggara dan Peserta MagangHub
EKONOMI

‎Mentan Amran Tegaskan Harga Beras Harus Terjangkau dan Sesuai HET di Seluruh Indonesia

‎Mentan Amran Tegaskan Harga Beras Harus Terjangkau dan Sesuai HET di Seluruh Indonesia
dok. Humas Kementerian Pertanian

Alor, NTT – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa harga beras harus sama dan sesuai ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) di seluruh Indonesia. Hal ini disampaikan Mentan Amran setelah mengecek langsung ketersediaan beras di Alor, Sabtu (8/8).

‎Mentan Amran memerintahkan Bulog dan jajaran terkait menjaga stok serta memastikan tidak ada lagi lonjakan harga hingga Rp17 ribu–Rp30 ribu per kilogram akibat persoalan pasokan dan distribusi di wilayah kepulauan seperti Kabupaten Alor.

‎Menurutnya, kuatnya stok beras nasional harus benar-benar dirasakan masyarakat hingga wilayah kepulauan melalui pasokan yang cukup dan harga yang terjangkau.

‎“Hari ini beras harus harganya seperti Jakarta. Kami cek, kemarin katanya harga sampai Rp25 ribu, Rp30 ribu, Rp15 ribu. Sekarang beras sudah ada di gudang, stok baik. Tidak boleh lagi ada cerita harga Rp25 ribu, Rp17 ribu,” tegas Mentan Amran.

‎Mentan Amran meminta Bulog bersama pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait memastikan pasokan beras di Alor terus tersedia. Ia tidak ingin kekosongan stok menjadi pemicu lonjakan harga yang akhirnya membebani masyarakat, terutama mereka yang berada di wilayah dengan tantangan distribusi.

‎“Gudang kami minta dipenuhi. Jangan sampai nanti ada kekosongan stok saat masyarakat membutuhkan beras. Harganya harus sama dengan di Jakarta,” ujarnya.

‎Menurut Mentan Amran, pemerintah memiliki kekuatan stok yang memadai untuk melakukan intervensi ketika terjadi kenaikan harga. Karena itu, beras yang tersedia harus segera dialirkan ke masyarakat ketika dibutuhkan, termasuk melalui pelaksanaan pasar murah.

‎“Stok tertinggi selama Republik ini berdiri adalah pada zaman Pak Prabowo. Sekarang aman. Kalau ada yang membutuhkan beras, keluarkan ke pasar. Lakukan pasar murah di mana dibutuhkan,” katanya.

‎Kunjungan kerja Mentan Amran ke Kabupaten Alor berawal dari aspirasi seorang mahasiswa asal Alor, Adriano Padama, yang sebelumnya menyampaikan langsung kondisi harga beras yang tinggi karena terkendala proses distribusi ke wilayah kepulauan. Hal ini disampaikan saat Mentan Amran memberikan kuliah umum di Universitas Diponegoro (Undip), Jawa Tengah.

‎Mentan Amran mengaku memilih datang langsung untuk melihat kondisi di lapangan dan memastikan aspirasi tersebut segera ditindaklanjuti. Bahkan, agenda rapat pimpinan di Jakarta dibatalkan agar dirinya dapat langsung menuju Alor.

‎‎“Saya terima dengan senang hati karena teriakannya membawa aspirasi rakyat. Saya bangga dengan Andriano. Ini putra terbaik NTT. Mereka membaca denyut nadi masyarakat, apa yang menjadi keinginan masyarakat, bukan kepentingan pribadi,” ungkapnya.

‎‎“Insyaallah kami langsung turun. Kami batalkan acara rapat pimpinan di Jakarta. Dari Jawa Tengah kami langsung ke Alor. Kami sudah lihat, dan semua permintaan yang berada dalam kewenangan pertanian kami penuhi,” lanjut Mentan Amran.

‎Kehadiran Kementan di Alor tidak berhenti pada penanganan harga beras. Mentan Amran menyiapkan intervensi untuk memperkuat produksi pangan masyarakat agar ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah secara bertahap dapat dikurangi. Pemerintah memberikan dukungan benih padi untuk pengembangan hingga 3.000 hektare serta pengembangan jagung seluas 3.000 hektare.

‎‎“Yang sekarang, beras sudah masuk. Yang kedua benih padi. Tadi minta, kami kasih untuk 3.000 hektare. Kemudian jagung juga 3.000 hektare,” ujarnya.

Dukungan produksi tersebut akan diperkuat dengan penyediaan alat dan mesin pertanian serta pompa pada wilayah yang memiliki sumber air. Mentan Amran menilai pengembangan padi dan jagung menjadi solusi yang dapat memberikan hasil relatif cepat bagi masyarakat karena dapat dipanen dalam hitungan bulan.