BERITA TERBARU
Kemenpar dan KJRI Hong Kong Dukung Greater Bay Airlines Buka Rute Hong Kong-Surabaya Suarakan Kepentingan Perdagangan Nasional,Mendag Busan Bertolak ke AS Hadiri G20 Harga iPhone Naik Signifikan! Inilah Penyebab dan Dampaknya bagi Konsumen Cara Mudah Move On! Lepaskan Lalu, Buka Lembaran Baru Seiring Hari Pariwisata Dunia, Menteri Pariwisata Luncurkan Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 Kini Cetak SIM Cukup di Kios SIM, Cepat, Praktis, Tanpa Antre Panjang Taman Bunga Celosia Semarang, Pesona Warna yang Menggugah Senyum Kota Buka Pelatihan SSTC 2026, Kemendag Dorong Penguatan Kemitraan Perdagangan dan Investasi Indonesia–Afrika Ketegangan Meningkat! Iran Mulai Langkah Balasan, Inggris Diduga Jadi Sasaran Pemutihan Pajak 2026! Kesempatan Emas Tertibkan Kewajiban Negara
EKONOMI

Menggerakkan Ekonomi Negeri, Penyaluran Kredit BRI Capai Rp1.646 Triliun, Tumbuh 16,2% di Triwulan II 2026

Menggerakkan Ekonomi Negeri, Penyaluran Kredit BRI Capai Rp1.646 Triliun, Tumbuh 16,2% di Triwulan II 2026
dok. BRI

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatat pertumbuhan kredit yang kuat hingga akhir Triwulan II 2026. Penyaluran kredit mencapai Rp1.646 triliun, tumbuh 16,2% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp1.417 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Hal tersebut membuat laju penyaluran kredit BRI lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan kredit perbankan nasional yang tercatat sebesar 12,7% yoy.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama BRI Hery Gunardi dalam Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan II 2026 di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Senin (31/8). Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Direktur Utama BRI Viviana Dyah Ayu R.K., Direktur Finance & Strategy BRI Achmad Royadi, Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto, dan Direktur Manajemen Risiko BRI Ety Yuniarti.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan bahwa pertumbuhan kredit mencerminkan intermediasi BRI yang tetap solid dalam menggerakkan ekonomi nasional. Capaian tersebut juga menunjukkan hasil dari agenda transformasi yang secara konsisten dijalankan.

“Berbagai agenda transformasi BRI bukan hanya rencana strategis ke depan, melainkan juga sudah kami eksekusi dan menunjukkan hasil yang positif terhadap kinerja BRI. Bisnis tumbuh semakin kuat, intermediasi meningkat, rasio kredit bermasalah menurun dan pada saat yang sama pertumbuhan tersebut mampu kami konversikan menjadi peningkatan profitabilitas,” ujar Hery.

Pertumbuhan kredit tersebut turut mendorong pertumbuhan aset BRI yang mencapai Rp2.352 triliun, tumbuh 11,7% yoy. Sementara itu, kemampuan BRI untuk menyalurkan kredit ditopang pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp1.581 triliun, meningkat 6,7% yoy dibandingkan Rp1.482 triliun pada akhir Triwulan II 2025. Pertumbuhan DPK tersebut diikuti perbaikan struktur funding, tercermin dari rasio CASA yang meningkat dari 65,5% menjadi 67,6% pada periode yang sama.

Di tengah ekspansi kredit yang terus berjalan, BRI tetap menjaga kualitas pertumbuhan kredit. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) membaik dari 3,0% pada Triwulan I 2026 menjadi 2,9% pada Triwulan II 2026. Perbaikan tersebut juga diikuti penurunan Cost of Credit dari 3,4% menjadi 3,1%, atau membaik sekitar 30 basis poin.

Hery mengatakan BRI tidak hanya mengejar pertumbuhan kredit, tetapi juga memastikan ekspansi tersebut menghasilkan kualitas aset dan profitabilitas yang berkelanjutan.

“Growth is back, strong. Kualitas pertumbuhan dari sisi risiko tetap kami jaga dan kami optimistis ke depan,” ujar Hery.

Dengan fundamental yang kuat dan arah transformasi yang semakin jelas, BRI optimistis dapat terus melanjutkan momentum positif ini ke depan, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, serta menjaga keseimbangan antara growth, profitability, dan sustainability, sehingga BRI dapat terus menciptakan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan dan memberikan kontribusi terbaik bagi perekonomian Indonesia.