BERITA TERBARU
BAZNAS RI Bahas Kerja Sama Bantuan Kemanusiaan Palestina dengan YPSP Kementerian PU Jaga Pasokan Air Irigasi 2.563 Hektare Sawah di Bantul dan Kulon Progo Kementerian PU Targetkan Sekolah Rakyat Tahap III Tanah Datar Rampung Tahun 2027 GIIAS Semarang 2026 Resmi Dibuka, 19 Merek Otomotif Ramaikan Pameran Satu Dekade IDDC Dukung Peningkatan Daya Saing Produk melalui Desain Wamenpar: Poparnas 2026 Buka Peluang Ekonomi dan Promosi Wisata Daerah Pertamina Siapkan Bisnis Energi Hijau sebagai Sumber Pertumbuhan Baru Jelaskan RUU Pengaturan Reforma Agraria, Dirjen Penataan Agraria: Disiapkan untuk Urai Kebuntuan Hukum Penyelesaian Konflik Agraria Tiga Anaknya Syahid di Gaza, Ulama Palestina Ini Datangi BAZNAS Ungkap Penderitaan Warga Pemprov Sumbar dan DPRD Gelar Aksi Sehat Bersama Parlemen
EKONOMI

Kemendag Dorong Pelaku Usaha Raih Peluang Ekspor Furnitur ke India

Kemendag Dorong Pelaku Usaha Raih Peluang Ekspor Furnitur ke India
dok. Kemendag

Kementerian Perdagangan mengajak pelaku usaha Indonesia untuk melirik India sebagai salah satu pasar ekspor furnitur yang potensial. Peluang tersebut tecermin dari keikutsertaan Indonesia dalam pameran INDEXPLUS 2026 di New Delhi pada 7–9 Agustus 2026. Di pameran ini, Paviliun Indonesia menghasilkan realisasi transaksi USD 151 ribu atau setara Rp2,65 miliar dan mencatatkan potensi transaksi USD 2,26 juta atau Rp 39,7 miliar.

“Keikutsertaan Indonesia pada INDEXPLUS 2026 menjadi momentum untuk memperkuat penetrasi produk furnitur kita di pasar India. Kemendag mengajak pelaku usaha furnitur Indonesia, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), untuk mempelajari tren konsumen produk furnitur India dan semakin menggencarkan ekspor,” kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi.

Puntodewi mengatakan, makin terbukanya peluang ekspor furnitur Indonesia ke India sejalan dengan perkembangan preferensi konsumen urban India. Di kota-kota besar seperti Mumbai, Delhi National Capital Region, dan Bengaluru, selera konsumen mulai bergeser dari furnitur bergaya tradisional menuju desain minimalis-modern atau scandinavian-industrial.

Paviliun Indonesia di INDEXPLUS 2026 hadir dengan tema “Indonesian Craftsmanship, Global Design”. Keikutsertaan tersebut merupakan hasil kolaborasi Kemendag melalui Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Chennai dan Atase Perdagangan New Delhi, Kedutaan Besar RI New Delhi, dan Konsulat Jenderal RI Mumbai.

Paviliun seluas sekitar 156 m² itu diikuti empat perusahaan Indonesia, yaitu PT Polaris Inovasindo Jaya, PT Chakra Naga Furniture, PT Woodline Global Furniture, dan PT Woodie Homes Indonesia. Keempatnya memamerkan produk furnitur dalam paduan desain kontemporer, keahlian craftsmanship, material premium, serta kekayaan warisan budaya Indonesia.

Realisasi dan potensi transaksi yang dihasilkan turut didukung melalui fasilitasi penjajakan bisnis (business matching) secara proaktif oleh ITPC Chennai sebelum dan sesudah pameran. Sebelum pameran, dipertemukan PT Polaris Inovasindo Jaya dan PT Chakra Naga Furniture dengan calon buyer India, yaitu Kayu India dan Timberworld. Kemudian, pascapameran, dipertemukan PT Polaris Inovasindo Jaya dan buyer Karara Mujassme India untuk mematangkan potensi kerja sama.

Perwakilan PT Polaris Inovasindo Jaya, Wahyu Setiawardani, mengapresiasi fasilitasi Kemendag dan ITPC Chennai dalam INDEXPLUS 2026. Menurut Wahyu, keikutsertaan perdana PT Polaris Inovasindo Jaya pada INDEXPLUS 2026 memberikannya hasil positif dengan terbukanya peluang kerja sama dan ekspor yang menjanjikan.

“Kami memperoleh banyak calon buyer potensial dan melihat peluang ekspor yang sangat baik. Kami berharap Pemerintah Indonesia dapat membantu memberikan kemudahan dalam proses sertifikasi Bureau of Indian Standards (BIS) serta mendukung kami untuk kembali berpartisipasi pada INDEXPLUS tahun depan untuk menindaklanjuti peluang kerja sama yang ada,” ungkap Wahyu.

Kepala ITPC Chennai, Amesta Yisca Putri, menyampaikan komitmen perwakilan perdagangan RI di India untuk merealisasikan setiap peluang ekspor yang ada. Salah satunya melalui fasilitasi business matching.

“Kami aktif memfasilitasi business matching langsung dengan para pelaku usaha dan pembeli potensial di India. Dengan begitu, kami dapat memastikan potensi kerja sama terealisasi menjadi transaksi konkret,” kata Amesta.

Manfaatkan AIFTA dan Pahami Regulasi BIS

Amesta juga menyampaikan, produk furnitur Indonesia dikenal unggul di India dalam hal detail pengerjaan (craftsmanship) dan estetika alami. Kepatuhan pelaku usaha Indonesia terhadap aspek legalitas dan keberlanjutan produk, melalui sertifikasi Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian (SVLK), juga turut memberikan nilai tambah dan rasa aman bagi mitra dagang di India.

“Produk furnitur Indonesia berkarakter kuat dari sisi desain dengan kualitas material premium. Keunggulan ini menjadi nilai tambah bagi produk kayu Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pasar India. Selain itu, konsumen India menunjukkan minat terhadap furnitur dengan warna kayu alami dan sentuhan akhir yang hangat, tapi tetap menonjolkan karakter kayu,” ungkap Amesta.

Selain memiliki produk yang sesuai dengan preferensi pasar, pelaku usaha Indonesia perlu memperhatikan daya saing dan ketentuan perdagangan yang berlaku di India. Salah satunya, melalui pemanfaatan skema ASEAN-India Free Trade Area (AIFTA) yang dapat memberikan keuntungan tarif bagi produk Indonesia sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Pemanfaatan tarif preferensi dapat menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar India. Melalui skema AIFTA, produk furnitur Indonesia dapat memperoleh tarif preferensi hingga nol persen sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegas Amesta.

Di samping pemanfaatan tarif preferensi, eksportir juga perlu memperhatikan ketentuan teknis dari Pemerintah India melalui BIS. Pemerintah India telah menerapkan Furniture (Quality Control) Order 2025 terhadap sejumlah produk furnitur, antara lain, kursi kerja, kursi dan bangku umum, meja dan meja kerja, unit penyimpanan, tempat tidur, serta tempat tidur susun.

“Peluang pasar yang besar perlu diikuti dengan kesiapan eksportir dalam memenuhi kewajiban ketentuan teknis dan regulasi yang berlaku. Kami siap mendampingi pelaku usaha untuk memahami berbagai persyaratan untuk masuk ke pasar India, sehingga ekspor dapat berjalan lebih lancar,” pungkas Amesta.

Kategori: Ekonomi