BERITA TERBARU
Kemenpar dan KJRI Hong Kong Dukung Greater Bay Airlines Buka Rute Hong Kong-Surabaya Suarakan Kepentingan Perdagangan Nasional,Mendag Busan Bertolak ke AS Hadiri G20 Harga iPhone Naik Signifikan! Inilah Penyebab dan Dampaknya bagi Konsumen Cara Mudah Move On! Lepaskan Lalu, Buka Lembaran Baru Seiring Hari Pariwisata Dunia, Menteri Pariwisata Luncurkan Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 Kini Cetak SIM Cukup di Kios SIM, Cepat, Praktis, Tanpa Antre Panjang Taman Bunga Celosia Semarang, Pesona Warna yang Menggugah Senyum Kota Buka Pelatihan SSTC 2026, Kemendag Dorong Penguatan Kemitraan Perdagangan dan Investasi Indonesia–Afrika Ketegangan Meningkat! Iran Mulai Langkah Balasan, Inggris Diduga Jadi Sasaran Strategi BP Tapera Mengejar 3 Bulan Terakhir di Tahun 2026
DAERAH

Presiden Prabowo Instruksikan Penguatan Operasi Darat dan Udara untuk Tangani Karhutla

Presiden Prabowo Instruksikan Penguatan Operasi Darat dan Udara untuk Tangani Karhutla
dok. BPMI Setpres

Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung langkah percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. Dalam rapat yang digelar sesaat setelah tiba di Pangkalan TNI AU Supadio, Kalimantan Barat, pada Sabtu (22/08/2026), Kepala Negara menginstruksikan penguatan operasi di lapangan melalui penambahan personel, helikopter water bombing, hingga Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menerima laporan terkini mengenai situasi karhutla. Presiden menekankan pentingnya respons yang cepat dan terkoordinasi, dengan fokus utama pada penanganan langsung di titik-titik kebakaran.

“Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo menerima laporan terkini mengenai situasi karhutla serta menegaskan pentingnya penanganan yang cepat, terkoordinasi, dan langsung di lapangan,” ujar Seskab.

Selain percepatan pemadaman, Presiden Prabowo memberikan perhatian khusus pada peran pemerintah daerah dalam mencegah kebakaran serupa terus berulang. Kepala Negara meminta pemerintah daerah bertindak tegas dalam menjalankan aturan sekaligus memperkuat upaya pencegahan di wilayah masing-masing.

“Presiden juga menekankan agar Pemerintah Daerah tegas dalam menerapkan aturan di wilayahnya, sekaligus memperkuat langkah-langkah pencegahan agar kebakaran hutan dan lahan tidak terus berulang,” ungkap Seskab.

Sebagai bagian dari penguatan operasi darat, pemerintah akan menambah tiga batalyon TNI atau sekitar 1.500 personel dari luar Kalimantan. Menurutnya, personel tambahan tersebut mulai didatangkan pada Sabtu hingga Minggu pagi untuk memperkuat jajaran yang telah bekerja menangani karhutla.

“Penambahan 3 batalyon TNI atau sekitar 1.500 personel dari luar Kalimantan yang akan didatangkan mulai hari ini hingga Minggu pagi,” tulisnya.

Seskab menyebut bahwa personel aparat di darat juga akan dimaksimalkan untuk memadamkan titik-titik api. Upaya tersebut diperkuat dari udara dengan penambahan enam helikopter besar water bombing yang dijadwalkan tiba pada Sabtu sore.

“Penambahan 6 helikopter besar water bombing yang dijadwalkan tiba pada sore hari untuk memperkuat upaya pemadaman,” jelas Seskab.

Selain operasi pemadaman melalui darat dan udara, pemerintah akan memperbanyak pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca. Penanganan secara khusus juga diarahkan pada kawasan lahan gambut yang memiliki karakteristik kebakaran berbeda karena titik panas dapat bertahan di bawah permukaan tanah.

“Memperbanyak dan menambah alat pompanisasi dan bor air khususnya pada lahan-lahan gambut sehingga meredam titik panas bawah tanah,” tulis Seskab.

Selepas memimpin rapat, Presiden Prabowo tidak berhenti pada pemantauan dari posko. Kepala Negara langsung bergerak menuju Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, untuk melihat secara langsung kondisi lahan yang masih terbakar.