BERITA TERBARU
Kemenpar dan KJRI Hong Kong Dukung Greater Bay Airlines Buka Rute Hong Kong-Surabaya Suarakan Kepentingan Perdagangan Nasional,Mendag Busan Bertolak ke AS Hadiri G20 Harga iPhone Naik Signifikan! Inilah Penyebab dan Dampaknya bagi Konsumen Cara Mudah Move On! Lepaskan Lalu, Buka Lembaran Baru Seiring Hari Pariwisata Dunia, Menteri Pariwisata Luncurkan Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 Kini Cetak SIM Cukup di Kios SIM, Cepat, Praktis, Tanpa Antre Panjang Taman Bunga Celosia Semarang, Pesona Warna yang Menggugah Senyum Kota Buka Pelatihan SSTC 2026, Kemendag Dorong Penguatan Kemitraan Perdagangan dan Investasi Indonesia–Afrika Ketegangan Meningkat! Iran Mulai Langkah Balasan, Inggris Diduga Jadi Sasaran Pemutihan Pajak 2026! Kesempatan Emas Tertibkan Kewajiban Negara
DAERAH

Dukungan ESDM Terus Mengalir ke NTT, 48 Genset Disiapkan untuk Fasilitas Kesehatan

Dukungan ESDM Terus Mengalir ke NTT, 48 Genset Disiapkan untuk Fasilitas Kesehatan
dok. ESDM

Sudah sepekan Kristian Mauko (46) bertahan di pengungsian setelah rumahnya di Desa Marapokot rusak akibat gempa dan tsunami. Di tengah kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan tempat tinggal yang aman dan layanan dasar, dukungan penanganan bencana terus disalurkan, termasuk melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang menyiapkan 48 genset untuk fasilitas kesehatan di wilayah terdampak.

Kristian, ayah empat anak yang sehari-hari bekerja sebagai buruh lepasan, melaut, dan tukang, mengatakan warga di sekitar tempat tinggalnya juga mengungsi.

“Sudah seminggu kami disini, rumah kami hancur, kena gempa dan tsunami, semua tetangga mengungsi juga kesini,” terangnya.

Kondisi serupa dirasakan Maria Jomuku (58), seorang janda dengan lima anak yang bekerja sebagai petani. Rumahnya di Tonggu Rambang, Dusun Bandara, mengalami retak akibat gempa. Meski tidak mengalami kerusakan berat, Maria memilih tetap mengungsi karena khawatir terhadap gempa susulan.

“Kami mengungsi karena banyak gempa susulan, takut rumah rubuh, takut ada tsunami,” ungkapnya.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menemui masyarakat terdampak saat meninjau Lapangan Berdikari, Kabupaten Nagekeo, NTT, Rabu (26/8/2026). Presiden menyampaikan duka cita kepada warga yang kehilangan anggota keluarga dan menjelaskan langkah pemerintah selama masa tanggap darurat.

“Saat ini Pemerintah terus memantau kondisi di lapangan, mengirimkan bantuan, serta menyiapkan berbagai kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat,” terangnya.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melaporkan kesiapan dukungan energi untuk penanganan pascabencana. Salah satu kebutuhan yang ditangani adalah pasokan listrik bagi fasilitas kesehatan di lokasi terdampak.

“Kementerian ESDM akan kirim 48 genset untuk tenda-tenda puskesmas untuk pengobatan, dan mereka tidak ada genset,” jelasnya.

Sebanyak 48 genset tersebut akan disalurkan ke tujuh kabupaten terdampak. Kementerian ESDM bersama pelaku usaha sektor ESDM juga telah mendirikan sekitar 30 posko tanggap darurat untuk mendukung penanganan masyarakat. Dukungan diarahkan agar layanan dasar, terutama fasilitas kesehatan, tetap dapat berjalan dalam kondisi pascabencana.

Sebelumnya, melalui program ESDM Siaga Bencana telah berjalan sejak 16 Agustus 2026, Kementerian ESDM telah mengerahkan personel dan bantuan kemanusiaan di sejumlah wilayah terdampak NTT. Dukungan meliputi pencarian dan pertolongan, layanan kesehatan, serta pemenuhan kebutuhan logistik.

Bagi warga seperti Maria dan Kristian, kebutuhan paling mendesak tetap berkaitan dengan keselamatan keluarga dan tempat tinggal yang aman. Sementara proses pemulihan berjalan, dukungan energi, layanan kesehatan, logistik, serta penanganan lapangan menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat dan menuju pemulihan.