BERITA TERBARU
BAZNAS dan ICMI Jajaki Kerja Sama Program Inovasi Lingkungan Hingga Riset BAZNAS RI dan Pemkab Ogan Ilir Perkuat Sinergi Pemberdayaan Umat Kini Urus SIM Lebih Mudah Dengan Kios SIM Data Center AI 640 MW Dibangun di Jatiluhur, Ditargetkan Beroperasi 2027 Datang Malam-Malam ke Solok, Menteri Dody Cek Langsung Penanganan Pascabanjir Harris Turino Minta Batas Defisit APBN Tetap 3 Persen Manfaatkan Layanan Pengukuran Terjadwal, Warga Kota Gorontalo: Sudah Pasti Lebih Memudahkan Elvy Sukaesih Meriahkan HUT ke-70 Muba, Ribuan Warga Padati Lapangan Sekayu Tegaskan Pentingnya Suara Masyarakat, Pemerintah Perbarui Komitmen Sinergi SP4N-LAPOR! KAI Kooperatif dalam Proses Hukum dan Pastikan Pendampingan bagi Masinis Terkait Insiden Bekasi Timur
DAERAH

Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengarah ke Banten, Gubernur Andra Soni Minta Warga Waspada dan Pakai Masker

Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengarah ke Banten, Gubernur Andra Soni Minta Warga Waspada dan Pakai Masker
dok. Pemprov Banten

Gubernur Banten Andra Soni, mengatakan pihaknya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus berkoordinasi dengan pos pengamatan gunung api, untuk memantau sebaran abu vulkanik dan memastikan langkah mitigasi berjalan tepat.

​”Berdasarkan pantauan kami bersama PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), arah angin saat ini membawa abu vulkanik menuju wilayah Banten dan Jawa Barat. Kami terus memonitor perkembangannya,” ujar Gubernur Andra di Kota Serang, Sabtu (5/9/2026).

​Gubernur Andra mengimbau masyarakat untuk tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan. 

Ia secara khusus meminta warga yang bermukim di wilayah terdampak abu vulkanik untuk mengenakan pelindung pernapasan saat beraktivitas di luar ruangan.

​”Karena ada sebaran abu, kami mohon kepada masyarakat di daerah terdampak untuk memakai masker saat keluar rumah demi menjaga kesehatan,” katanya.

​Berdasarkan laporan terbaru Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada 5 September 2026, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III (Siaga). 

Erupsi terus terjadi disertai lontaran material vulkanik, pancaran lava (lava fountain), suara gemuruh, serta hujan abu.

​Terkait kondisi tersebut, Gubernur menegaskan agar warga mematuhi rekomendasi keselamatan dari Badan Geologi. 

Masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun nelayan dilarang keras mendekati atau beraktivitas di dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau.

​Masyarakat di pesisir Banten dan Lampung juga diminta untuk tetap tenang dan mematuhi arahan BPBD setempat. Selain itu, Andra mengingatkan warga agar tidak mudah termakan berita bohong (hoaks).

​”Diharapkan masyarakat hanya memercayai dan mencari informasi dari media atau sumber resmi pemerintah,” tegas Gubernur Andra.

​Gubernur Andra memastikan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama pemerintah di tengah meningkatnya aktivitas vulkanik ini. “Kita berdoa, semoga semua baik-baik saja,” pungkasnya.