BERITA TERBARU
Ajinomoto dan BAZNAS Hadirkan Dapur Umum Bantu Warga Terdampak Bencana di Flores Banjir Bangkok Ganggu 330 Penerbangan Thai Airways, 5.600 Bagasi Tertahan PT Asahimas Chemical dan 7 SMA/SMK Kunjungi PIPB, Perkuat Sinergi Pengembangan SDM Industri Petrokimia Pengukuran Terjadwal, Warga Kota Bengkulu Rasakan Presisi Waktu Jadwal Ukur Tanah Prabowo Siapkan BSU Rp900 Ribu untuk 13,3 Juta Pekerja Jaga Keamanan Pangan Sumber Protein, BGN–KKP Perkuat Cold Chain BGN–KKP Perkuat Pemanfaatan Potensi Ikan dalam Program MBG Menteri PU Bantu Penanganan Gedung Pemerintahan di Solok yang Rusak Akibat Banjir Bandang Kemenpar Dorong Ekonomi Sade Kembali Bergerak, Salurkan Bantuan Pemulihan Usaha Jaring Antusiasme Menuju TEI 2026, Buyer dari 113 Negara dan 1.500 Ekshibitor Siap Berpartisipasi
NASIONAL

Menteri PU Bantu Penanganan Gedung Pemerintahan di Solok yang Rusak Akibat Banjir Bandang

Menteri PU Bantu Penanganan Gedung Pemerintahan di Solok yang Rusak Akibat Banjir Bandang
dok. Kementerian PU

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo meninjau langsung kondisi sejumlah gedung perkantoran pemerintahan daerah yang terdampak bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Rabu (30/9/2026). Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi kerusakan sekaligus memastikan langkah penanganan dan pemulihan fasilitas pemerintahan.

Dari hasil pemeriksaan awal Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Direktorat Jenderal Cipta Karya, terdapat 15 gedung perkantoran yang terdampak. Tiga di antaranya mengalami kerusakan berat, yakni Gedung Utama Dinas PU, Gedung Kantor Dinas PU, dan Gedung Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN) Kabupaten Solok.

Ketiga gedung tersebut tidak direkomendasikan untuk dilakukan rehabilitasi maupun rekonstruksi di lokasi semula karena kondisi strukturnya sudah tidak layak dipertahankan. Relokasi menjadi salah satu opsi yang disiapkan untuk memastikan fasilitas pemerintahan dibangun di lokasi yang lebih aman.

Usai meninjau langsung kondisi lapangan, Menteri Dody mengatakan keputusan mengenai lokasi perkantoran selanjutnya akan dibahas bersama Bupati Solok dan jajaran pemerintah daerah.

“Terkait lahan kantor, kita akan bahas bersama dengan bupati dan tim. Saya pada prinsipnya siap bantu, apakah tetap mau di sini atau pindah. Tapi kalau dilihat dari tingkat kerusakannya, mungkin memang harus pindah,” kata Menteri Dody.

Menteri Dody secara khusus menyoroti kondisi Kantor Dinas PUPR yang berada di lokasi bekas jalur sungai. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat kantor terdampak cukup parah ketika bencana terjadi.

Berdasarkan kondisi tersebut, Menteri Dody menyarankan agar Kantor Dinas PUPR dipindahkan. Selain pertimbangan keselamatan, proses pembersihan lokasi lama diperkirakan membutuhkan waktu berbulan-bulan sebelum pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi dapat dilakukan. Menteri Dody menilai opsi membangun gedung baru di lokasi yang lebih aman juga dapat menjadi pertimbangan dari sisi waktu dan biaya.

Kementerian PU, kata Menteri Dody, siap memberikan dukungan apabila Pemkab Solok memutuskan melakukan relokasi. Bahkan, jika lokasi baru telah ditetapkan, Kementerian PU siap membantu menyiapkan desain bangunan.

“Apapun yang diperlukan Solok, insyaAllah kami support, kami bantu. Kalau di lokasi yang baru juga nanti kita akan ikut bantu buatkan desainnya,” katanya.

Sementara itu, Bupati Solok Jon Firman Pandu mengatakan kehadiran Menteri PU dan peninjauan langsung ke lokasi menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk menentukan langkah pemulihan selanjutnya. Terkait opsi relokasi, Jon mengatakan Pemkab Solok akan melihat kondisi tersebut secara detail melalui kajian sebelum mengambil keputusan.

“Dengan kehadiran Pak Menteri, insyaAllah menjadi obat, juga menjadi ruang bagi kita ke depan langkah-langkah yang harus kita ambil,” ujar Jon.

Kategori: Nasional