BERITA TERBARU
Tak Sekadar Layani Transaksi Perbankan, BRILink Agen di Semarang Aktif Edukasi Masyarakat Cegah Penipuan Gelar Aksi Peduli Sesama, Kementerian ATR/BPN Selenggarakan HANTARU Peduli Lewat Donor Darah John Herdman Ungkap Pelajaran dari Kartu Merah Thom Hay Atasi Ketersediaan Air Budidaya Ikan, Tim Ekspedisi Patriot dan Warga Klamono Kolaborasi Salurkan Air Kolam Kementerian PU Siapkan 160 Ribu Meter Kubik Air Jelang Panen Raya di Wanam BAZNAS RI dan Pemkab Bima Perkuat Sinergi Pengentasan Kemiskinan Harga Emas Hari Ini Rebound Tipis Usai Anjlok, Level US$4.100 Jadi Sorotan Kemenpar dan KJRI Hong Kong Dukung Greater Bay Airlines Buka Rute Hong Kong-Surabaya Suarakan Kepentingan Perdagangan Nasional,Mendag Busan Bertolak ke AS Hadiri G20 Harga iPhone Naik Signifikan! Inilah Penyebab dan Dampaknya bagi Konsumen
SPORT

John Herdman Ungkap Pelajaran dari Kartu Merah Thom Hay

John Herdman Ungkap Pelajaran dari Kartu Merah Thom Hay
dok. id.headtopics.com

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman menilai kartu merah yang diterima Thom Haye saat menghadapi Malaysia pada laga kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi bagian penting dalam perjalanan Skuad Garuda.

Thom Haye awalnya hanya mendapat kartu kuning setelah melakukan pelanggaran terhadap pemain Malaysia, Arif Aiman. Namun, wasit asal Korea Selatan Ko Hyung-jin kemudian meninjau tayangan Video Assistant Referee (VAR) sebelum mengubah keputusannya menjadi kartu merah langsung.

Keputusan tersebut membuat Timnas Indonesia harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain. Situasi itu membuat para pemain dituntut bekerja lebih keras untuk menjaga permainan dan menghadapi tekanan dari Malaysia.

Mengutip dari RRI.co.id, Herdman mengatakan keputusan wasit, baik yang menguntungkan maupun merugikan, merupakan bagian dari sepak bola yang sudah ia alami selama 25 tahun menjalani karier.

“Saya sudah berada di sepak bola selama 25 tahun, mengikuti beberapa Piala Dunia dan pertandingan-pertandingan lainnya. Saya pernah mendapatkan keputusan wasit yang menguntungkan dan juga yang merugikan. Apa yang saya pelajari adalah semuanya akan seimbang seiring waktu,” kata Herdman dalam konferensi pers seusai pertandingan, Senin (28/9/2026).

Menurut Herdman, kartu merah yang diterima Haye juga memberikan kesempatan bagi para pemain untuk belajar menghadapi situasi sulit bersama-sama. Bermain dengan 10 pemain dinilai menuntut kerja sama dan rasa saling membantu yang lebih besar.

“Kartu merah itu memberikan kesempatan bagi para pemain untuk membangun persaudaraan, belajar bagaimana berjuang bersama dalam sebuah momen untuk negara mereka, dan terus bertarung,” ujarnya.

Herdman menilai pengalaman tersebut dapat membantu Timnas Indonesia membangun karakter dan kebersamaan. Ia ingin para pemain tetap menunjukkan komitmen penuh untuk berjuang demi target meraih trofi yang belum pernah dimenangkan Skuad Garuda.

“Mereka datang ke sini dan berjuang karena mereka peduli, mereka ingin menang dan mereka ingin mengangkat trofi seperti yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Mereka bersedia berjuang untuk itu,” ucapnya.

Lebih lanjut, Herdman menyebut kartu merah Thom Haye sebagai bagian dari perjalanan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026. Menurutnya, situasi sulit tersebut tetap dapat menjadi pengalaman berharga bagi perkembangan Skuad Garuda dalam menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya.