BERITA TERBARU
Ketegangan Meningkat! Iran Mulai Langkah Balasan, Inggris Diduga Jadi Sasaran Pemutihan Pajak 2026! Kesempatan Emas Tertibkan Kewajiban Negara Tantangan Belajar Agama di Era Digital Israel Cabut Status Diplomatik Diplomat Belanda, Hubungan Kedua Negara Memanas BAZNAS Bangun Huntara untuk Penyintas Gempa NTT Kementerian PU Buka Alur Sungai dan Perkuat Tebing Pascabanjir Terjang Tapanuli Tengah Kementerian PU Operasikan Tiga Pompa untuk Tangani Kekeringan Sawah di Bekasi Yang Seung Hye, Fencer Korea yang Viral di Asian Games 2026 karena Disebut Mirip AI Sekjen ATR/BPN Tekankan Penyusunan Anggaran 2027 Harus Terukur dan Berdampak bagi Masyarakat 66 Tahun Peringatan UUPA, Kementerian ATR/BPN Akselerasi Sejumlah Program Strategis di Bidang Pertanahan dan Tata Ruang
DAERAH

Mardiono Dukung Penuh Langkah Strategis Mentan Amran Lindungi Petani, Dukung Ketahanan Pangan

Mardiono Dukung Penuh Langkah Strategis Mentan Amran Lindungi Petani, Dukung Ketahanan Pangan
dok. Kementan

Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan Muhamad Mardiono menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para petani Indonesia yang terus menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan pangan nasional.

Menurut Mardiono, petani memiliki peran strategis dalam mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan. Karena itu, berbagai kebijakan perlu diarahkan untuk memberikan dukungan yang semakin kuat kepada petani, baik dari sisi produksi, sarana prasarana, akses pasar maupun kepastian lahan.

“Apresiasi tertinggi saya sampaikan kepada seluruh petani Indonesia. Mereka adalah garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan dan memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Mardiono, Minggu, 27 September 2026.

Mardiono menyatakan dukungan penuh terhadap langkah-langkah strategis yang dilakukan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam memperkuat sektor pertanian nasional.

Mardiono menilai penguatan produksi pangan harus dilakukan secara terpadu melalui peningkatan produktivitas, optimalisasi lahan, penguatan sarana produksi serta pembangunan ekosistem pertanian yang berkelanjutan.

Sejalan dengan itu, Mardiono turut mengapresiasi pembukaan lima kawasan peternakan terpadu sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem pangan nasional.

Menurutnya, integrasi antara sektor pertanian dan peternakan dapat membuka peluang peningkatan produksi sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan pelaku usaha di sektor pangan.

“Pengembangan kawasan peternakan terpadu merupakan langkah strategis. Kita tidak hanya berbicara mengenai produksi pangan, tetapi bagaimana membangun sebuah ekosistem yang saling terintegrasi antara pertanian, peternakan, dan kesejahteraan masyarakat,” jelas Mardiono.

Di sisi lain, Mardiono menilai persoalan lahan menjadi salah satu aspek penting yang perlu mendapatkan perhatian dalam pembangunan sektor pertanian. Kepastian dan keadilan dalam penguasaan serta pemanfaatan lahan diperlukan agar petani dapat menjalankan kegiatan produksi secara berkelanjutan.

Karena itu, Mardiono mendorong penyelesaian konflik lahan pertanian secara berkeadilan, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, sekaligus mendorong akselerasi reforma agraria yang berpihak pada penguatan sektor pertanian.

“Ketahanan pangan tidak akan kuat kalau petaninya tidak memiliki kepastian terhadap lahan yang mereka garap. Karena itu, penyelesaian konflik lahan harus dilakukan secara berkeadilan dan reforma agraria perlu terus dipercepat agar lahan dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat dan produktivitas pertanian nasional,” ujar Mardiono.

Menurut Mardiono, penguatan petani, pengembangan kawasan produksi, serta penyelesaian persoalan agraria harus berjalan beriringan. Dengan demikian, pembangunan sektor pangan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga memastikan kesejahteraan petani dan keberlanjutan pertanian Indonesia.

Mardiono menegaskan, pemerintah perlu terus membangun sinergi lintas kementerian, lembaga, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan untuk memastikan agenda ketahanan pangan dapat berjalan secara konsisten dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.