Bukan Hanya Memasak! Sekolah Minggu Buddha BDC Ajarkan Anak-anak Mindfullness
Sekolah Minggu Buddha (SMB) BDC “Rumah Kita Bersama” menggelar kegiatan khusus bertema pengenalan kesadaran penuh atau mindfulness melalui program “Mindful Cooking” di lingkungan Vihara Budayana Dharma Wira Center, Surabaya, pada Minggu (13/9/2026).
Kegiatan ini mengajak puluhan anak-anak peserta didik untuk melatih fokus, ketenangan batin, serta perhatian menyeluruh terhadap setiap aktivitas yang dijalani.Anak-anak tidak sekadar belajar memasak, melainkan melatih diri untuk hadir sepenuhnya di setiap tahapan, mulai dari menyiapkan bahan, memotong sayuran, mengolah masakan, hingga menikmati hidangan bersama.
Mereka juga diajak menerapkan kesadaran saat membersihkan peralatan dan memilah sampah organik maupun anorganik. Pendekatan ini dirancang agar anak tidak menjalani kehidupan secara “otomatis” tanpa benar-benar menyadari apa yang sedang dilakukan.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Yuda Buwana, Koordinator SMB BDC sekaligus Pengurus Yayasan Budayana Dharma Wira Center, bersama kepala sekolah dan para pembimbing. Seluruh peserta didik dibagi dalam kelompok-kelompok kecil agar setiap anak mendapat kesempatan berperan aktif dan bergantian.
“Mindful kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia adalah perhatian penuh. Jadi ketika mereka memasak, tidak hanya sekadar memasak, tetapi mereka memberikan perhatian penuh terhadap apa yang sedang dilakukan,” ujar Yuda Buwana sebagaimana dikutip wartasekolah.id pada Minggu (13/9/2026).
Kegiatan berlangsung di area dapur dan ruang kegiatan Vihara BDC, Surabaya, sebagai bagian dari program pembinaan karakter rutin Sekolah Minggu Buddha BDC.Di tengah arus informasi yang cepat dan gangguan perhatian akibat gawai, anak-anak semakin sulit memfokuskan diri pada satu hal.
Melalui kegiatan ini, SMB BDC ingin menanamkan bahwa kesadaran penuh bukan keterampilan khusus, melainkan cara hidup yang bisa dilatih setiap saat: saat bernapas, berjalan, makan, maupun berinteraksi dengan sesama. Ketenangan batin yang tumbuh diharapkan membawa dampak positif bagi emosi, hubungan sosial, serta prestasi belajar anak.Pembimbing membimbing anak-anak langkah demi langkah. Setiap gerakan dilakukan dengan perlahan dan sadar.
Saat makan bersama, anak-anak diajak menikmati rasa makanan dengan tenang, tanpa terburu-buru. Setelah kegiatan selesai, mereka diminta membagikan kesan banyak yang mengaku merasa lebih tenang dan senang bisa membantu teman-temannya. Program ini akan dijadikan agenda rutin bulanan dengan variasi aktivitas lain, agar nilai kesadaran penuh semakin melekat dalam keseharian para peserta didik.


