HIBURAN

Laika, Yang Ditinggalkan: Nadin Amizah Hadirkan Luka dan Kerinduan dalam 11 Lagu

Laika, Yang Ditinggalkan: Nadin Amizah Hadirkan Luka dan Kerinduan dalam 11 Lagu
dok. capt: Album Laika Nadin Amizah (Foto/Pinterest)

Penyanyi dan pencipta lagu Nadin Amizah resmi meluncurkan album studio ketiganya yang berjudul “Laika, Yang Ditinggalkan” pada Jumat, 28 Agustus 2026, di bawah naungan label rekaman independen miliknya, Sorai. 

Album yang berisi 11 lagu ini menjadi kelanjutan perjalanan musik Nadin setelah dua karya sebelumnya, Selamat Ulang Tahun (2020) dan Untuk Dunia, Cinta, dan Kotornya (2023), memantapkan namanya sebagai salah satu penulis lirik paling jujur dan puitis di Indonesia.

Laika adalah sosok nyata seekor anjing betina yang dikirim Uni Soviet ke luar angkasa dalam misi satu arah pada tahun 1957. Ia tak pernah kembali dan meninggal di perjalanan. Kisah pilu itulah yang menyentuh hati Nadin Amizah, lalu mengangkatnya menjadi simbol kerinduan, pengabaian, dan kasih yang tak terpulangkan. 

Bagi Nadin, Laika adalah metafora bagi siapa saja yang pernah merasa mendambakan kasih sayang namun justru ditinggalkan sendirian dalam kekosongan yang luas.

Sebanyak 11 lagu mengupas tema kerinduan akan rumah, luka batin, kehilangan, amarah terpendam, hingga realitas tumbuh tanpa kehadiran figur ayah. Nadin melibatkan 10 produser berbeda antara lain Lafa Pratomo, Baskara Putra, Enrico Octaviano, dan Otta Tarega sehingga warna musiknya terasa lebih beragam dari karya-karya sebelumnya. Lagu pembuka yang lebih dulu dirilis, “Moonlight”, ternyata telah ditulis Nadin sejak masa SMA dan merupakan sebuah karya lama yang akhirnya menemukan tempatnya di dalam album terbaru. Salah satu lagu yang menyita perhatian, “Ditemukan Sebuah Bangkai”, terinspirasi dari berita jasad tak teridentifikasi yang ditemukan saat banjir Jakarta tahun 2020.

“Laika, Yang Ditinggalkan” resmi tersedia di seluruh platform musik digital sejak Jumat, 28 Agustus 2026. Pengumuman sekaligus peluncuran singel pembuka “Moonlight” telah disampaikan Nadin lebih dulu pada 7 Agustus 2026, menyusul pengungkapan judul dan konsep album secara bertahap melalui kanal-kanal resminya.

Karena Laika lahir mendambakan kasih, dirawat, dan dipercaya mendapat perlindungan, namun pada akhirnya ia hanyalah alat untuk ambisi manusia, dikirim ke tempat yang tak mungkin ia pulang. Nadin melihat kesamaan perasaan itu di banyak orang: kerinduan yang tulus namun tak pernah terbalas, harapan yang perlahan menjadi luka, dan keberanian untuk tetap mencintai meski tahu akan ditinggalkan.

Nadin menulis liriknya dengan jujur tanpa menyembunyikan kepahitan di balik keindahan kata-kata. Kolaborasi dengan beragam produser memberi nuansa berbeda pada setiap lagu, dari yang lembut dan menyayat hati hingga yang terdengar lebih berani dan penuh amarah. Nadin menyebut album ini sebagai salah satu karya terbaiknya, karena di sanalah ia meletakkan perasaan-perasaan yang paling dalam, yang selama ini tersimpan rapat.

Dikutip dari KapanLagi.com, Nadin Amizah memberikan keterangannya terkait album barunya. 

“Di mataku, Laika adalah sosok yang mendambakan sesuatu yang tak pernah cukup, menginginkan kasih yang tak datang, dan permohonan yang akhirnya berubah jadi amarah,” ujarnya saat menjelaskan makna di balik judul albumnya.

Laika, Yang Ditinggalkan bukan sekadar kumpulan lagu. Ia adalah ruang tempat kita semua yang pernah merasa ditinggalkan dapat masuk, duduk, dan menyadari satu hal: kerinduan kita sah adanya, dan kita tak pernah benar-benar sendirian dalam perasaan itu.