BERITA TERBARU
BAZNAS RI Bahas Kerja Sama Bantuan Kemanusiaan Palestina dengan YPSP Kementerian PU Jaga Pasokan Air Irigasi 2.563 Hektare Sawah di Bantul dan Kulon Progo Kementerian PU Targetkan Sekolah Rakyat Tahap III Tanah Datar Rampung Tahun 2027 GIIAS Semarang 2026 Resmi Dibuka, 19 Merek Otomotif Ramaikan Pameran Satu Dekade IDDC Dukung Peningkatan Daya Saing Produk melalui Desain Wamenpar: Poparnas 2026 Buka Peluang Ekonomi dan Promosi Wisata Daerah Pertamina Siapkan Bisnis Energi Hijau sebagai Sumber Pertumbuhan Baru Jelaskan RUU Pengaturan Reforma Agraria, Dirjen Penataan Agraria: Disiapkan untuk Urai Kebuntuan Hukum Penyelesaian Konflik Agraria Tiga Anaknya Syahid di Gaza, Ulama Palestina Ini Datangi BAZNAS Ungkap Penderitaan Warga Pemprov Sumbar dan DPRD Gelar Aksi Sehat Bersama Parlemen
NASIONAL

Dukung Layanan Irigasi Aceh Tenggara, Kementerian PU Rehabilitasi dan Rekonstruksi DI Lawe Alas

Dukung Layanan Irigasi Aceh Tenggara, Kementerian PU Rehabilitasi dan Rekonstruksi DI Lawe Alas
dok. Kementerian PU

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air terus melakukan penanganan infrastruktur irigasi guna mendukung ketersediaan air bagi lahan pertanian. Salah satunya melalui rehabilitasi dan rekonstruksi Daerah Irigasi (DI) Lawe Alas/ Kutacane Lama yang berada di Desa Biak Muli Pante Raja, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, rehabilitasi jaringan irigasi merupakan bagian penting dalam menjaga keandalan layanan air untuk mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan. 

“Kementerian PU terus memastikan infrastruktur irigasi dapat berfungsi secara optimal sehingga ketersediaan air untuk pertanian tetap terjaga. Penanganan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kondisi infrastruktur dan kebutuhan layanan di lapangan,” kata Menteri Dody.

Penanganan DI Lawe Alas/ Kutacane Lama dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I. Dan merupakan bagian dari kegiatan irigasi permukaan, rawa, dan non-padi tahun 2026.

Pekerjaan konstruksi dengan nilai anggaran sebesar Rp9,28 miliar dan masa pelaksanaan 147 hari kalender. Adapun pekerjaan yang dilakukan mencakup penanganan saluran sepanjang 0,80 km dengan outcome layanan irigasi seluas 398 hektare. 

Pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi jaringan irigasi juga akan diikuti dengan pengawasan terhadap kualitas pekerjaan agar infrastruktur yang dibangun dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.

“Kita tidak hanya mengejar penyelesaian pekerjaan, tetapi juga memastikan kualitas konstruksi dan fungsi layanan irigasi dapat berjalan dengan baik,” tambah Menteri Dody.

Kementerian PU akan terus berkomitmen untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan target, dan dapat memenuhi standar kualitas. Sehingga diharapkan dapat mendukung peningkatan layanan irigasi bagi masyarakat di Kabupaten Aceh Tenggara.