BAZNAS dan Petani Binaan di Batu Bara Panen Raya 150 Ton Padi
Program Lumbung Pangan BAZNAS menghasilkan 150 ton gabah dari 32 hektare lahan binaan di Kabupaten Batu Bara sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.
BATU BARA, DARIM.ID – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama kelompok petani binaan sukses melangsungkan panen raya padi di Desa Kwala Gunung, Kecamatan Datuk Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara, Sumatra Utara. Kegiatan panen di atas hamparan lahan pertanian seluas 32 hektare tersebut berhasil mencatatkan total produksi mencapai 150 ton gabah kering panen.
Panen raya ini merupakan hasil nyata dari implementasi Program Lumbung Pangan BAZNAS, sebuah model pendayagunaan zakat produktif yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi petani berbasis pengelolaan pertanian berkelanjutan. Program ini dirancang untuk meningkatkan produktivitas hasil tani sekaligus membuka akses kesejahteraan yang lebih luas bagi masyarakat perdesaan.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menyampaikan bahwa keberhasilan panen raya di Kabupaten Batu Bara membuktikan potensi besar dana zakat, infak, dan sedekah apabila dikelola secara terencana dan berorientasi produktif. Menurutnya, zakat tidak hanya berfungsi sebagai bantuan karitatif sesaat, melainkan hadir sebagai instrumen transformasi ekonomi yang mampu mengentaskan kemiskinan dan mengubah status mustahik menjadi muzaki.
“Program Lumbung Pangan ini menjadi langkah konkret BAZNAS dalam mendukung program prioritas pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Melalui pendampingan yang intensif dan penyediaan modal kerja zakat produktif, para petani binaan berhasil mengoptimalkan hasil panen mereka secara signifikan,” ujar Noor Achmad dalam keterangannya di lokasi acara.
Secara teknis, program pemberdayaan di Kabupaten Batu Bara melibatkan sebanyak 50 petani binaan yang tergabung dalam kelompok tani setempat. Dengan rata-rata produktivitas mencapai 4,6 hingga 5 ton per hektare, total hasil panen 150 ton gabah ini diperkirakan memberikan nilai ekonomi yang sangat berarti bagi peningkatan pendapatan dan taraf hidup para keluarga petani penerima manfaat.
Secara nasional, BAZNAS terus memperluas jangkauan Program Lumbung Pangan di berbagai lumbung beras strategis di tanah air. Hingga saat ini, titik pendampingan Lumbung Pangan BAZNAS telah tersebar di puluhan kabupaten dan kota dengan melingkupi ribuan hektare lahan pertanian produktif. Kehadiran program ini terbukti efektif dalam menjaga kestabilan rantai pasok pangan lokal serta membentengi petani dari jeratan tengkulak dan sistem pembiayaan yang merugikan.
Pemerintah Kabupaten Batu Bara menyambut positif dan memberikan apresiasi penuh atas kontribusi nyata BAZNAS dalam memajukan sektor pertanian daerah. Dukungan BAZNAS dinilai sangat sejalan dengan kebijakan pembangunan daerah dalam mengoptimalkan potensi agraris Batu Bara sebagai salah satu lumbung pangan utama di Provinsi Sumatra Utara.
Selain memberikan modal usaha dan sarana produksi pertanian seperti benih unggul dan pupuk, BAZNAS juga menerjunkan pendamping lapangan secara berkala. Pendampingan ini mencakup edukasi teknologi budidaya ramah lingkungan, manajemen tata kelola air, penanganan pascapanen, hingga pembukaan akses jaringan pemasaran agar hasil panen petani dapat terserap pasar dengan harga yang adil dan menguntungkan.
Acara panen raya tersebut dihadiri oleh jimpinan BAZNAS RI, perwakilan Pemerintah Kabupaten Batu Bara, BAZNAS Provinsi Sumatra Utara, BAZNAS Kabupaten Batu Bara, serta unsur jajaran Forkopimda dan tokoh masyarakat setempat. Kolaborasi erat antar-lembaga ini diharapkan menjadi pijakan kokoh untuk mereplikasi keberhasilan program Lumbung Pangan di berbagai wilayah lain di Sumatra Utara.


