BERITA TERBARU
BAZNAS RI Bahas Kerja Sama Bantuan Kemanusiaan Palestina dengan YPSP Kementerian PU Jaga Pasokan Air Irigasi 2.563 Hektare Sawah di Bantul dan Kulon Progo Kementerian PU Targetkan Sekolah Rakyat Tahap III Tanah Datar Rampung Tahun 2027 GIIAS Semarang 2026 Resmi Dibuka, 19 Merek Otomotif Ramaikan Pameran Satu Dekade IDDC Dukung Peningkatan Daya Saing Produk melalui Desain Wamenpar: Poparnas 2026 Buka Peluang Ekonomi dan Promosi Wisata Daerah Pertamina Siapkan Bisnis Energi Hijau sebagai Sumber Pertumbuhan Baru Jelaskan RUU Pengaturan Reforma Agraria, Dirjen Penataan Agraria: Disiapkan untuk Urai Kebuntuan Hukum Penyelesaian Konflik Agraria Tiga Anaknya Syahid di Gaza, Ulama Palestina Ini Datangi BAZNAS Ungkap Penderitaan Warga Pemprov Sumbar dan DPRD Gelar Aksi Sehat Bersama Parlemen
DAERAH

Hadapi Gempa Flores, Polda NTT dan Polres Jajaran Kerahkan 845 Personel ke Wilayah

Hadapi Gempa Flores, Polda NTT dan Polres Jajaran Kerahkan 845 Personel ke Wilayah
dok. HUMAS POLRI

 Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Polres jajaran bergerak cepat dalam penanganan bencana alam gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, Sabtu (15/8/2026).

Sebanyak 845 personel Polri dikerahkan untuk mendukung proses penanganan bencana, yang terdiri dari 168 personel Polda NTT dan 677 personel Polres jajaran. Selain itu, sebanyak 821 personel dari berbagai instansi terkait turut dilibatkan dalam penanganan di lapangan.

Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., mengatakan pelibatan personel tersebut merupakan bentuk respons cepat Polri dalam membantu masyarakat terdampak gempa.

“Polda NTT bersama Polres jajaran mengerahkan personel untuk membantu penanganan bencana, khususnya dalam mendukung evakuasi, pelayanan kepada masyarakat dan berbagai kebutuhan penanganan di wilayah terdampak,” ujar Henry, Sabtu (15/8/2026).

Dari 677 personel Polres jajaran yang diterjunkan, kekuatan terbesar berada di Polres Ende dengan 182 personel, disusul Polres Manggarai Timur sebanyak 150 personel dan Polres Manggarai sebanyak 100 personel.

Selanjutnya, Polres Nagekeo mengerahkan 80 personel, Polres Sikka 75 personel, Polres Ngada 70 personel, serta Polres Manggarai Barat sebanyak 72 personel.

Menurut Henry, pengerahan personel dilakukan untuk memperkuat penanganan di wilayah yang terdampak gempa sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan pertolongan secara cepat.

“Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan, sekaligus mendukung koordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait dalam penanganan bencana,” katanya.

Selain kekuatan Polri, penanganan bencana juga melibatkan 821 personel dari instansi terkait. Kolaborasi lintas instansi menjadi bagian penting untuk mempercepat proses penanganan, mengingat dampak gempa terjadi di sejumlah wilayah Flores.

Henry menegaskan, Polda NTT dan Polres jajaran terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi di wilayah terdampak. Personel juga diarahkan untuk mengutamakan keselamatan masyarakat dalam setiap proses penanganan.

“Prinsipnya, keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Polri bersama seluruh instansi terkait akan terus bergerak dan berkoordinasi untuk memastikan masyarakat terdampak memperoleh bantuan dan pelayanan yang dibutuhkan,” tegasnya.

Pengerahan ratusan personel tersebut menjadi bagian dari upaya terpadu dalam menghadapi dampak gempa Flores. Dengan dukungan personel Polda NTT, Polres jajaran dan instansi terkait, penanganan diharapkan dapat berlangsung cepat, terkoordinasi dan menjangkau masyarakat di berbagai wilayah terdampak.