BERITA TERBARU
Canva PHK 1.271 Karyawan, CEO Sebut Perusahaan Perlu Perombakan Besar Indonesia Tampil dengan Wajah Baru di WTM London 2026, Perkuat Pasar Eropa dan Kemitraan Pariwisata Global Wamentan Alim Dorong Hilirisasi Perkebunan, Bidik 90 Persen Ekspor dalam Produk Olahan Dukung Jurnalisme Berkualitas, BRI Kukuhkan 35 Jurnalis Penerima Beasiswa Pascasarjana melalui BRI Fellowship Journalism 2026 Kepala BGN: MBG Jadi Instrumen Penggerak Ekonomi Petani dan Peternak Lokal Rekrutmen dan Pengusulan Peserta MagangHub Batch 3 Berlangsung pada 5–11 November ADIPEC 2026 Jadi Ajang Perluasan Kemitraan Industri Hulu Migas Indonesia Wamentan Alim: 3.500 Hektare PM-AAS di Grobogan Sudah Ditanami, Produktivitas Dibidik 11 Ton Rakorda se-DIY, BAZNAS RI Dorong Transformasi Mustahik Menjadi Muzaki Lewat Optimasi Zakat SP PLN Gelar Pelatihan Advokasi di Medan, Cegah Konflik Ketenagakerjaan Sejak Dini
DAERAH

Rakorda se-DIY, BAZNAS RI Dorong Transformasi Mustahik Menjadi Muzaki Lewat Optimasi Zakat

Rakorda se-DIY, BAZNAS RI Dorong Transformasi Mustahik Menjadi Muzaki Lewat Optimasi Zakat
dok. BAZNAS RI

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) terus mendorong upaya pengentasan kemiskinan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui penguatan standar tata kelola dan optimasi potensi zakat daerah yang mencapai Rp2,6 Triliun.

Hal ini disampaikan Pimpinan Mobilisasi dan Pengumpulan BAZNAS RI Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., saat memaparkan materi bertema Standar Tata Kelola, Target Kinerja, dan Evaluasi Pengelolaan Zakat BAZNAS se-DIY dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) di Yogyakarta, Selasa (3/11/2026).

“Kami berkomitmen menjembatani transformasi mustahik menjadi muzaki melalui strategi pendayagunaan zakat yang terukur dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” jelas Rizaludin.

Menurutnya, berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan zakat difokuskan untuk menyasar 25.704 mustahik sekaligus menargetkan pengentasan kemiskinan bagi 350 warga di DIY.

Rizaludin juga mengingatkan, peran amil zakat tidak sekadar berfokus pada pemberdayaan ekonomi untuk mengubah mustahik menjadi muzaki, tetapi juga bertugas mendampingi masyarakat penerima manfaat agar meningkat kualitas ketakwaannya hingga menjadi mutaqin.

​”Langkah akselerasi pengentasan kemiskinan ini menjadi prioritas utama BAZNAS agar dana zakat tidak hanya meningkatkan kesejahteraan materiil mustahik tetapi juga menguatkan kualitas spiritual para muzaki,” katanya.