BERITA TERBARU
BAZNAS RI Bahas Kerja Sama Bantuan Kemanusiaan Palestina dengan YPSP Kementerian PU Jaga Pasokan Air Irigasi 2.563 Hektare Sawah di Bantul dan Kulon Progo Kementerian PU Targetkan Sekolah Rakyat Tahap III Tanah Datar Rampung Tahun 2027 GIIAS Semarang 2026 Resmi Dibuka, 19 Merek Otomotif Ramaikan Pameran Satu Dekade IDDC Dukung Peningkatan Daya Saing Produk melalui Desain Wamenpar: Poparnas 2026 Buka Peluang Ekonomi dan Promosi Wisata Daerah Pertamina Siapkan Bisnis Energi Hijau sebagai Sumber Pertumbuhan Baru Jelaskan RUU Pengaturan Reforma Agraria, Dirjen Penataan Agraria: Disiapkan untuk Urai Kebuntuan Hukum Penyelesaian Konflik Agraria Tiga Anaknya Syahid di Gaza, Ulama Palestina Ini Datangi BAZNAS Ungkap Penderitaan Warga Pemprov Sumbar dan DPRD Gelar Aksi Sehat Bersama Parlemen
DAERAH

Kemandirian dan Warisan Nilai dalam Festival Jeruk Manis IV

Kemandirian dan Warisan Nilai dalam Festival Jeruk Manis IV
dok. Pemkab Lotim

Mewakili Bupati Lombok Timur, Sekda H. Muhammad Juaini Taofik membuka secara resmi Jeruk Manis Festival IV pada Senin (11/8) di Lapangan Desa Jeruk Manis. Festival ini dijadwalkan berlangsung 11–17 Agustus.

Sekda dalam sambutannya sebelum membuka festival tersebut menyampaikan apresiasi atas kemandirian Desa Jeruk Manis dan masyarakatnya yang tetap dapat menyelenggarakan kegiatan tanpa dukungan dana Pemerintah Kabupaten. Terlebih di tengah efisiensi di mana dana desa juga banyak difokuskan untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.

“Tidak banyak desa yang secara mandiri mau menyelenggarakan acara ini, karena kami tahu di tahun 2026 ini dana desa di seluruh Indonesia difokuskan dulu untuk membangun Koperasi Desa Merah Putih, sehingga hanya sebagian kecil yang turun ke desa. Tetapi desa Jeruk Manis ini tidak menyurutkan semangatnya terus membangun masyarakatnya menggelar acara-acara seperti ini, artinya kemandirian masyarakatnya sudah sangat bagus,” ungkap Sekda.

Yang juga mendapat pujian dari Sekda adalah konsistensi masyarakat dan Pemdes menjaga adat budaya seperti Adat Kayu Jejeneng. Adat yang berisi banyak nilai dan kebijaksanaan, sekaligus keselarasan antara adat dan ajaran agama.

“Kayu Jejeneng ini kita liat banyak sekali nilai yang terkandung di dalamnya,” ujarnya, “tidak ada persoalan di Lombok ini antara agama dan adat, semuanya sudah menjadi satu kesatuan. Paling tidak itu hikmah yang bisa kita ambil,” lanjutnya lagi.

Nilai-nilai tersebut juga diyakini menjadi dasar interksi masyarakat Jeruk Manis dengan lingkungan dan alam sekitar. Letaknya di ujung selatan Rinjani menjadi penjaga hutan dan alam sehingga manfaatnya dapat dirasakan, tidak saja oleh masyarakat sekitar tetapi juga seluruh Lombok Timur.

Sekda menambahkan pula rencana Pemerintah untuk memasang lampu jalan di delapan ribu titik, yang diprioritaskan di desa wisata. Diharapkan rencana tersebut dapat terwujud pada 2027 mendatang guna mendukung pengembangan pariwisata sekaligus peningkatan keamanan, kenyamanan, dan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Desa Jeruk Manis Nasipudin menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan paritisipasi semua pihak menyukseskan event tahunan yang digelar setiap Bulan Agustus tersebut, termasuk sebagai upaya melestarikan adat warisan leluhur seperti Adat Kayu Jejeneng yang biasanya digelar sebelum begawe.

Jeruk Manis Festival IV mengusung tema “Bersatu dalam adat, Bersama dalam Kemerdekaan”. Festival ini juga diisi dengan pameran hasil alam dan produk UMKM setempat, serta berbagai lomba.