BERITA TERBARU
BAZNAS RI Bahas Kerja Sama Bantuan Kemanusiaan Palestina dengan YPSP Kementerian PU Jaga Pasokan Air Irigasi 2.563 Hektare Sawah di Bantul dan Kulon Progo Kementerian PU Targetkan Sekolah Rakyat Tahap III Tanah Datar Rampung Tahun 2027 GIIAS Semarang 2026 Resmi Dibuka, 19 Merek Otomotif Ramaikan Pameran Satu Dekade IDDC Dukung Peningkatan Daya Saing Produk melalui Desain Wamenpar: Poparnas 2026 Buka Peluang Ekonomi dan Promosi Wisata Daerah Pertamina Siapkan Bisnis Energi Hijau sebagai Sumber Pertumbuhan Baru Jelaskan RUU Pengaturan Reforma Agraria, Dirjen Penataan Agraria: Disiapkan untuk Urai Kebuntuan Hukum Penyelesaian Konflik Agraria Tiga Anaknya Syahid di Gaza, Ulama Palestina Ini Datangi BAZNAS Ungkap Penderitaan Warga Pemprov Sumbar dan DPRD Gelar Aksi Sehat Bersama Parlemen
NASIONAL

Kementerian PU Mobilisasi 3 Jembatan Bailey dan Identifikasi Kerusakan Jembatan Wae Pesi, Guna Pulihkan Konektivitas Pascagempa di Flores

Kementerian PU Mobilisasi 3 Jembatan Bailey dan Identifikasi Kerusakan Jembatan Wae Pesi, Guna Pulihkan Konektivitas Pascagempa di Flores
dok. Kemenpu

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat penanganan darurat pada infrastruktur konektivitas pascagempa bumi yang melanda wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026 lalu. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mobilisasi 3 unit jembatan Bailey sebagai akses sementara guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di wilayah terdampak.

Ketiga unit jembatan Bailey dengan bentang masing-masing 30 meter tersebut dimobilisasi dari BBPJN Jawa Timur–Bali, BPJN Nusa Tenggara Barat (NTB), dan BBPJN Sulawesi Selatan untuk selanjutnya dikirim menuju Flores.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan penanganan infrastruktur pascabencana dilakukan dengan mengutamakan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, akses konektivitas perlu segera dipastikan agar mobilitas masyarakat dan distribusi bantuan maupun logistik dapat tetap berjalan.

“Yang penting sekarang bagaimana kebutuhan masyarakat bisa segera kita layani,” kata Menteri Dody.

Untuk jembatan Bailey dari BBPJN Sulawesi Selatan, saat ini tengah dalam proses pengangkutan komponen ke kendaraan logistik. Sementara untuk distribusi rangka jembatan, akan dijadwalkan pada Senin (24/8) menunggu jadwal kapal dari Pelabuhan Selayar menuju Labuan Bajo. Ditargetkan, komponen jembatan serta rangka akan tiba di Flores pada Rabu (26/8) mendatang.

Sementara itu, jembatan Bailey dari BBPJN Jawa Timur–Bali saat ini tengah berada di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya untuk menunggu jadwal pengangkutan yang direncanakan pada Jumat (21/8) menuju Pelabuhan Ende. Setibanya di Ende, jembatan bailey akan dikirim melalui jalur darat menuju wilayah Ruteng dan Labuan Bajo.

Adapun jembatan Bailey yang dimobilisasi dari BPJN NTB saat ini telah dalam perjalanan darat menuju Pelabuhan Sape, Kabupaten Bima. Apabila tidak terdapat hambatan, komponen jembatan akan diberangkatkan menggunakan kapal feri menuju Labuan Bajo pada Sabtu (22/8) dan ditargetkan tiba di Flores pada Rabu (26/8).

Kementerian PU terus berkoordinasi untuk memastikan proses mobilisasi ketiga jembatan Bailey berjalan sesuai rencana. Penempatan jembatan sementara akan disesuaikan dengan hasil pemeriksaan teknis dan kebutuhan penanganan di lapangan.

Saat ini Kementerian PU tengah mengidentifikasi kerusakan Jembatan Wae Pesi sepanjang 100 meter pada ruas Ruteng–Reo–Kedindi, Kabupaten Manggarai. Berdasarkan hasil survei awal, ditemukan adanya pergeseran pada pilar dan abutmen serta kerusakan expansion joint pada Jembatan Wae Pesi, untuk menentukan penanganan yang tepat, saat ini tengah dilakukan identifikasi lebih detail pada jembatan tersebut.

Melalui penanganan darurat ini, Kementerian PU berharap kebutuhan masyarakat dapat segera dilayani, aktivitas masyarakat segera pulih, serta kelancaran arus logistik di Flores tetap terjaga. Disamping itu, pemeriksaan teknis terhadap infrastruktur terdampak lainnya terus dilakukan sebagai dasar untuk menentukan penanganan lebih lanjut.