BERITA TERBARU
Menpar: WIG Artisan Market Perkuat Ekosistem Gastronomi Berkelanjutan Barelang Jadi Ruang Belajar Global untuk Transformasi Kawasan Transmigrasi Bendungan Batutegi Dukung Air Baku Perkotaan dan Irigasi 66 Ribu Hektar Ekonomi NTB Menguat, Ekspor Januari-Agustus 2026 Tembus US$1,69 Miliar Di Tengah Kesibukan, Warga Manfaatkan PELATARAN untuk Urusan Pertanahan saat Akhir Pekan 2.000 Anak Muda Ikuti Senam Sehat Kawula Muda di Sleman Starlux Airlines Buka Rute Taipei-Bali, Terbang 5 Kali Sepekan Angka Tetap BPS: Produksi Padi 2026 hingga Agustus Capai 43,89 Juta Ton Cinema XXI Resmi Buka Bioskop Pertama di Maros, Punya 4 Studio WIG Talks 2026 Bedah Strategi Transformasi Gastronomi sebagai Penggerak Ekonomi Berkelanjutan
DAERAH

Menpar: WIG Artisan Market Perkuat Ekosistem Gastronomi Berkelanjutan

Menpar: WIG Artisan Market Perkuat Ekosistem Gastronomi Berkelanjutan
dok. Kemenpar

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana meninjau pelaksanaan WIG Artisan Market 2026 yang menghadirkan beragam produk kuliner tradisional dan inovatif dari para pelaku usaha di wilayah Joglosemar dan Jakarta.

Menpar Widiyanti mengatakan, selain menjadi ruang promosi, salah satu rangkaian utama Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) 2026 tersebut merupakan bagian dari upaya Kementerian Pariwisata dalam membangun ekosistem gastronomi Indonesia yang berkelanjutan.

“Keberadaan ruang temu antara produsen, UMKM, industri, dan konsumen menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem gastronomi yang berkelanjutan. Dengan demikian, kekayaan kuliner tidak hanya terjaga sebagai warisan, tetapi juga terus berkembang menjadi sumber nilai tambah dan kesejahteraan bagi masyarakat,” kata Menpar Widiyanti di Grand Hotel De Djokja, Yogyakarta, Jumat (2/10/2026).

Menpar mengapresiasi beragam produk yang dihadirkan dalam WIG Artisan Market 2026 karena mencerminkan besarnya kekayaan gastronomi Indonesia. Pemanfaatan bahan baku lokal yang dipadukan dengan inovasi dan kreativitas para pelaku usaha menjadikan produk-produk tersebut memiliki daya tarik dan nilai tambah yang tinggi.

Terlebih, dalam proses pengolahannya, para pelaku gastronomi dari 21 _tenant_ asal wilayah Joglosemar dan Jakarta juga telah banyak memaksimalkan potensi lokal dengan menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan.

Salah satunya Mazaraat Artisan Cheese, pionir produsen keju artisan di Indonesia yang didirikan oleh Jamie Najmi dan Nieta Pricillia.

Dalam proses produksinya, Mazaraat Artisan Cheese yang menghasilkan keju organik memaksimalkan penggunaan susu dari peternak lokal. Upaya tersebut tidak hanya menghasilkan produk keju berkualitas, tetapi juga membantu para peternak bertransisi menuju praktik peternakan organik.

Pemanfaatan bahan baku berkualitas pada akhirnya menghasilkan produk dengan daya tarik dan daya saing yang tinggi. Produk-produk Mazaraat Artisan Cheese telah berhasil menjangkau pasar domestik di berbagai daerah, termasuk didistribusikan ke hotel dan restoran, serta menembus pasar luar negeri.

“Narasi-narasi di balik keberadaan sebuah produk kuliner inilah yang ingin terus kita angkat dan menjadikannya sebagai daya tarik yang akan memberikan pengalaman autentik dan berkualitas bagi wisatawan,” kata Menpar Widiyanti.

Menpar pun mengajak masyarakat untuk datang dan melihat langsung keragaman produk gastronomi yang ditampilkan dalam WIG Artisan Market 2026 yang berlangsung hingga 4 Oktober 2026 di Grand Hotel De Djokja.

Pengunjung dapat menjumpai beragam produk berbahan baku lokal, mulai dari beras dengan aroma khas, rempah pilihan, madu murni, gula kelapa organik, tempe berkualitas tinggi, kue kering artisanal, hingga minuman fermentasi seperti kombucha dan soda artisan.

Sebanyak 21 _tenant_ dari wilayah Joglosemar dan Jakarta berpartisipasi dalam WIG Artisan Market 2026. Kegiatan ini juga melibatkan 13 kolaborator yang menghadirkan berbagai _workshop_, _sharing session_, serta _live cooking demo_ bagi pengunjung.

“Bagi kami, inilah salah satu wajah penting gastronomi, ketika kekayaan lokal tidak berhenti sebagai potensi, tetapi masuk ke pasar, tumbuh menjadi usaha, menciptakan nilai tambah, dan menjadi bagian dari industri pariwisata,” kata Menpar Widiyanti.