BERITA TERBARU
Kemenpar Dorong Ekonomi Sade Kembali Bergerak, Salurkan Bantuan Pemulihan Usaha BAZNAS RI Bahas Kerja Sama Bantuan Kemanusiaan Palestina dengan YPSP Kementerian PU Jaga Pasokan Air Irigasi 2.563 Hektare Sawah di Bantul dan Kulon Progo Kementerian PU Targetkan Sekolah Rakyat Tahap III Tanah Datar Rampung Tahun 2027 GIIAS Semarang 2026 Resmi Dibuka, 19 Merek Otomotif Ramaikan Pameran Satu Dekade IDDC Dukung Peningkatan Daya Saing Produk melalui Desain Wamenpar: Poparnas 2026 Buka Peluang Ekonomi dan Promosi Wisata Daerah Pertamina Siapkan Bisnis Energi Hijau sebagai Sumber Pertumbuhan Baru Jelaskan RUU Pengaturan Reforma Agraria, Dirjen Penataan Agraria: Disiapkan untuk Urai Kebuntuan Hukum Penyelesaian Konflik Agraria Tiga Anaknya Syahid di Gaza, Ulama Palestina Ini Datangi BAZNAS Ungkap Penderitaan Warga
TEKNO

Polda Sumsel Gunakan Drone dan Formula X-Fire untuk Padamkan Karhutla di OKI

Polda Sumsel Gunakan Drone dan Formula X-Fire untuk Padamkan Karhutla di OKI
dok. detikNews

Polda Sumatera Selatan bersama Staf Logistik (SLOG) Polri mengoptimalkan penggunaan teknologi drone udara dan Formula X-Fire untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Langkah ini dilakukan untuk mempercepat pemadaman, terutama di kawasan lahan gambut yang sulit dijangkau personel darat.

Tim SLOG Polri yang dipimpin Karo Pengadaan Barang dan Jasa SLOG Polri Brigjen Pol. Hery Santoso, S.I.K., M.H., turun langsung memberikan dukungan pemadaman pada Sabtu (26/9/2026) hingga Minggu (27/9/2026).

Berdasarkan informasi dari Tribrata News Polda Sumatera Selatan, penanganan difokuskan di kawasan lahan gambut Desa Sungai Bungin, Kecamatan Pangkalan Lampam, serta area sekitar ruas Jalan Tol Trans Sumatera (Kapal Betung).

Pemanfaatan drone dilakukan untuk menjangkau titik kebakaran yang sulit diakses melalui jalur darat, termasuk wilayah dengan keterbatasan sumber air. Teknologi tersebut dipadukan dengan penggunaan Formula X-Fire untuk mendukung proses pemadaman dari udara.

Hery menjelaskan, karakteristik lahan gambut di OKI menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan karhutla. Kawasan tersebut rentan terbakar, sulit dijangkau, dan memiliki sumber air yang terbatas.

“Kawasan OKI memiliki lahan gambut yang cukup luas, sangat rentan terbakar, dan kondisinya sulit dijangkau serta minim air sehingga memerlukan penanganan ekstra. Inovasi penyemprotan cairan X-Fire dari udara ini jauh lebih praktis, ekonomis, serta meminimalisasi risiko bagi personel di lapangan,” jelas Brigjen Pol. Hery Santoso.

Sebelum diterapkan di OKI, teknologi tersebut telah digunakan dalam serangkaian uji coba penanganan karhutla di Kabupaten Ogan Ilir.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi menjadi bagian dari upaya memperkuat respons terhadap ancaman karhutla di Sumatera Selatan.

“Sesuai arahan Bapak Kapolda, pencegahan Karhutla bukan hanya tugas kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama untuk melindungi ekosistem dan kesehatan masyarakat Sumsel. Pemanfaatan drone dan cairan X-Fire ini adalah wujud nyata optimalisasi penanganan agar titik api tidak meluas. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar,” tegas Nandang.

Polda Sumsel juga mengajak masyarakat berpartisipasi dalam mencegah kebakaran dengan menghentikan praktik pembukaan lahan menggunakan api. Kolaborasi antara petugas, teknologi, dan masyarakat diharapkan dapat menekan penyebaran titik api serta mengurangi dampak karhutla terhadap lingkungan dan kesehatan warga.