BERITA TERBARU
BAZNAS RI Bahas Kerja Sama Bantuan Kemanusiaan Palestina dengan YPSP Kementerian PU Jaga Pasokan Air Irigasi 2.563 Hektare Sawah di Bantul dan Kulon Progo Kementerian PU Targetkan Sekolah Rakyat Tahap III Tanah Datar Rampung Tahun 2027 GIIAS Semarang 2026 Resmi Dibuka, 19 Merek Otomotif Ramaikan Pameran Satu Dekade IDDC Dukung Peningkatan Daya Saing Produk melalui Desain Wamenpar: Poparnas 2026 Buka Peluang Ekonomi dan Promosi Wisata Daerah Pertamina Siapkan Bisnis Energi Hijau sebagai Sumber Pertumbuhan Baru Jelaskan RUU Pengaturan Reforma Agraria, Dirjen Penataan Agraria: Disiapkan untuk Urai Kebuntuan Hukum Penyelesaian Konflik Agraria Tiga Anaknya Syahid di Gaza, Ulama Palestina Ini Datangi BAZNAS Ungkap Penderitaan Warga Pemprov Sumbar dan DPRD Gelar Aksi Sehat Bersama Parlemen
NASIONAL

MTQ Nasional XXXI, Direktur Kemenag RI Apresiasi BAZNAS Perluas Akses Al-Qur’an bagi Disabilitas Tuli

MTQ Nasional XXXI, Direktur Kemenag RI Apresiasi BAZNAS Perluas Akses Al-Qur’an bagi Disabilitas Tuli
dok. Kemenag

Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama (Kemenag) RI Muchlis M. Hanafi mengapresiasi inisiatif Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dalam memperluas akses pembelajaran Al-Qur’an bagi penyandang disabilitas sensorik rungu wicara (tuli) melalui penyelenggaraan Training of Trainers (ToT) pengajar Al-Qur’an isyarat di berbagai daerah di Indonesia.

Apresiasi tersebut disampaikannya saat menghadiri eksibisi tartil Al-Qur’an isyarat dalam rangkaian Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-31 Tahun 2026 di Jawa Tengah, Selasa (15/9/2026). Untuk pertama kalinya, cabang tilawah isyarat bagi tuli Muslim dilombakan dalam MTQ Nasional.

Muchlis mengatakan, hadirnya cabang tilawah isyarat dalam MTQ Nasional tidak terlepas dari perjalanan panjang dalam membangun akses pembelajaran Al-Qur’an bagi penyandang disabilitas tuli, termasuk melalui dukungan BAZNAS.

Muchlis menjelaskan, dengan dukungan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS),  sepanjang 2023 hingga 2025 telah dilaksanakan program Training of Trainers, dan pengimbasan pengajar Alquran Isyarat yang berlangsung di berbagai titik di Indonesia, serta melibatkan lebih dari 2.200 peserta.

“Ini sungguh merupakan satu upaya yang sangat luar biasa dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam memberikan dukungan bagi layanan keagamaan yang inklusif, terutama bagi teman-teman tuli Muslim,” ucap Muchlis.

Lebih lanjut, Muchlis menyampaikan, proses penyediaan akses pembelajaran Al-Qur’an bagi penyandang disabilitas tuli telah dimulai sejak 2020. Pada 2020 hingga 2022,  Kemenag berhasil menyusun Mushaf Al-Qur’an Standar Isyarat, serta pedoman membaca dan belajar mushaf isyarat, dengan melibatkan berbagai komunitas tuli muslim dan akademisi.

“Upaya tersebut kemudian dilanjutkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dengan memfasilitasi training of trainers bagi para fasilitator dan guru-guru yang mengajarkan mushaf Al-Qur’an isyarat ini,” jelasnya.

Ia berharap akses pembelajaran Al-Qur’an bagi penyandang disabilitas sensorik rungu wicara ke depan dapat semakin luas. Perluasan tersebut dinilai penting agar layanan keagamaan yang inklusif dapat menjangkau lebih banyak penyandang disabilitas.

“Tentu, dengan dukungan dari Badan Amil Zakat Nasional dalam menghidupkan syiar-syiar Al-Qur’an, terutama di kalangan penyandang disabilitas, sesuai dengan mandat Undang-Undang Penyandang Disabilitas Nomor 8 Tahun 2016, hal ini dapat kita penuhi,” ujarnya.

Kategori: Nasional