Sejarah dan Reuni Menyelimuti Laga Persija Jakarta vs Brisbane Roar
Sebuah laga persahabatan penuh makna akan segera tersaji. Persija Jakarta menjamu Brisbane Roar FC dalam pertandingan uji coba sekaligus peluncuran tim musim baru bertajuk “Rise for Glory” di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Pertemuan ini bukan sekadar ujian kesiapan jelang kompetisi, melainkan momen bersejarah untuk pertama kalinya dua klub bersaudara pemilik yang sama tampil berhadapan di atas lapangan hijau.
Persija Jakarta dilatih oleh Shin Tae-yong, yang secara mengejutkan ternyata memiliki ikatan sejarah dengan Brisbane Roar klub asal Australia itu adalah tempat Shin Tae-yong berkarier sebagai pemain sekaligus awal perjalanan kepelatihannya. Di sisi lain, Brisbane Roar saat ini ditangani pelatih Michael Valkanis, yang juga memiliki hubungan akrab dengan kapten Persija, Jordi Amat, sejak masa lalu di KAS Eupen. Pertemuan ini pun menjadi reuni emosional bagi para pelatih dan pemain kedua tim.
Persija memanfaatkan laga ini sebagai persiapan terakhir sekaligus ajang peluncuran skuad, jersey, dan sponsor baru menjelang musim Super League 2026/2027. Sementara bagi Brisbane Roar, laga ini adalah rangkaian tur pramusim di Indonesia yang sebelumnya telah berhadapan dengan Dewa United. Kedua klub memang dimiliki oleh grup yang sama, Bakrie Group, sehingga pertemuan ini resmi menjadi laga antar-saudara pertama dalam sejarah kedua kubu.
Laga digelar pada Sabtu, 29 Agustus 2026, pukul 19.30 WIB di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara. Pertandingan dapat disaksikan langsung melalui saluran televisi Indosiar dan platform streaming Vidio.
Karena Persija dan Brisbane Roar adalah klub saudara yang belum pernah berhadapan secara resmi sebelumnya. Selain itu, pertemuan Shin Tae-yong dengan klub masa lalunya serta kembalinya Nam Tae-hee sang mantan anak asuh Shin di Timnas Korea Selatan yang kini membela Brisbane dan menambah nuansa reuni yang hangat.
Di sisi lain, kekalahan telak Brisbane 0-4 dari Dewa United di laga pertama tur Indonesia membuat persaingan menjadi semakin menarik untuk dipantau.
Persija tampil lebih siap setelah menjalani pemusatan latihan di Bangkok dan mengukuhkan skuad inti. Namun, suasana diwarnai sikap boikot dari kelompok suporter The Jakmania yang mempersoalkan harga tiket pertandingan. Meski demikian, Shin Tae-yong berharap persoalan tersebut segera diselesaikan dan suporter tetap hadir mendukung timnya. Sementara Brisbane Roar bertekad bangkit dari kekalahan memalukan dan menunjukkan kualitas sebenarnya.
Dikutip dari CNN Indonesia, bahwa Persija Jakarta akan menghadapi Brisbane Roar sebagai persiapan terakhir jelang tampil di Super League 2026/2027.
Laga ini membuktikan bahwa di luar skor dan kemenangan, sepak bola juga tentang ikatan persaudaraan, reuni lama, dan harapan baru yang lahir dari kerja sama lintas negara. Persija dan Brisbane Roar tak sekadar bertanding mereka merayakan persahabatan yang melampaui batas benua.


